MATERI KHUTBAH IDUL FITRI

MERAIH HATI YANG BERSIH

Disampaikan Oleh:

Muhammad  Arifin, S.Ag, M.Ag

 

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

 

Allahu Akbar – Alahu Akbar Lailahailallah huwallahu akbar Allahu Akbar Walillahilhamd.

Jama’ah Shalat ‘Idul Fitri yang dirahmati Allah Subhanahu wa Ta’ala

 

Dipagi yang cerah penuh berkah ini, marilah kita terlebih dahulu bersyukur atas nikmat yang telah diberikan kepada kita sehingga kita semua dapat menyelesaikan kewajiban untuk berpuasa dibulan Ramadhan dan pagi ini dapat mengikuti shalat ‘Idul Fitri bersama-sama.

 

Allahu Akbar – Alahu Akbar Lailahailallah huwallahu akbar Allahu Akbar Walillahilhamd.

Jama’ah Shalat ‘Idul Fitri yang insyaallah dimulyakan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

 

Terdengarnya kalimat takbir, tahlil dan tahmid  mulai tadi malam hingga pagi ini merupakan tanda dan bukti kebesaran Allah swt. Bacaan takbir merupakan bukti ke-Mahabesaran Allah yang telah menciptakan alam semesta beserta isinya termasuk adanya kita semua. Dan bacaan tahlil merupakan bukti bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah swt serta bacaan tahmid merupakan ungkapan syukur dan terimakasih atas nikmat dan rahmat yang telah diberikan.

 

 

Allahu Akbar – Alahu Akbar Lailahailallah huwallahu akbar Allahu Akbar Walillahilhamd.

Jama’ah Shalat ‘Idul Fitri yang berbahagia.

 

Ijinkanlah diawal khutbah ini kami menyampaikan sedikit cerima yang insyaallah bisa kita ambil hikmahnya:

 

Dikisahkan;  hiduplah seorang laki-laki yang tinggal di sebuah rumah yang luas. Ia tinggal bersama seorang istri dan 3 orang anaknya yang masih kecil-kecil. Suatu saat laki-laki itu merasa rumahnya semakin sempit. Dia mempunyai keinginan untuk memperluas rumahnya tetapi enggan untuk mengeluarkan biaya.

Setelah berpikir, pergilah dia ke rumah Abu Nawas, si cerdik yang sangat tersohor di negeri Islam saat itu. Laki-laki itu meminta saran dari Abu Nawas bagaimana cara memperluas rumah tanpa harus mengeluarkan biaya.

Mendengar kisahnya, Abu Nawas menyuruh laki-laki itu untuk membeli sepasang ayam jantan dan betina kemudian kandangnya ditaruh di dalam rumah. Laki-laki itu merasa aneh dengan saran Abu Nawas, tetapi tanpa berpikir panjang dia pergi ke pasar dan membelinya.

Hari berikutnya dia datang kembali ke rumah Abu Nawas. Dia mengeluh rumahnya semakin sempit dan bau karena ayam-ayam yang dibelinya. Mendengar cerita itu, Abu Nawas hanya tersenyum dan menyuruh menambahkan sepasang bebek yang kandangnya juga ditaruh di dalam rumah. Dia bertambah heran, tetapi dia tetap menuruti nasehat Abu Nawas.

Tiga Hari berlalu, datanglah dia ke rumah Abu Nawas lagi. Dia bercerita kalau rumahnya semakin semrawut semenjak kehadiran bebek. Abu Nawas justru menyuruhnya untuk menambahkan kambing yang kandangnya juga ditaruh dalam rumah.

Hari berikutnya laki-laki itu kembali datang ke rumah Abu Nawas. Lelaki itu menceritakan bahwa istrinya marah sepanjang hari, anak-anaknya menangis, hewan-hewan berkotek dan mengembik, ditambah hewan-hewan itu juga mengeluarkan bau tak sedap. Abu Nawas hanya tersenyum mendengarnya. Kemudian Abu Nawas menyuruhnya untuk menjual hewan-hewan itu satu persatu mulai dari ayam yang dijual terlebih dahulu, bebek, kemudian yang terakhir kambing.

Datanglah lelaki itu ke rumah Abu Nawas setelah selesai menjual kambingnya.

Abu Nawas:”Kulihat wajahmu cerah hai fulan, bagaimana kondisi rumahmu saat ini?”

Si lelaki:”Alhamdulillah ya abu Nawas, sekarang rasanya rumahku sangat lega karena ayam dan kandangnya sudah tidak ada. Kini istriku sudah tidak marah-marah lagi, anak-anakku juga sudah tidak rewel.”

Abu Nawas: “(sambil tersenyum) Nah nah, kau lihat kan, sekarang rumahmu sudah menjadi luas padahal kau tidak menambah bangunan apapun atau memperluas tanah bangunanmu. Sesungguhnya rumahmu itu cukup luas, hanya hatimu sempit sehingga kau tak melihat betapa luasnya rumahmu. Mulai sekarang kau harus lebih banyak bersyukur karena masih banyak orang yang rumahnya lebih sempit darimu. Sekarang pulanglah kamu, dan atur rumah tanggamu, dan banyak-banyaklah bersyukur atas apa yang dirizkikan Tuhan padamu, dan jangan banyak mengeluh.”

Allahu Akbar – Alahu Akbar Lailahailallah huwallahu akbar Allahu Akbar Walillahilhamd.

Jama’ah Shalat ‘Idul Fitri yang baik dan mudah-mudahan baik dihadaban Allah swt.

 

Dari cerita diatas ada beberapa manfaat yang bisa kita ambil. Namun dalam kesempatan pagi ini kami ingin menyampaikan satu manfaat dari cerita diatas, bahwa ketenangan dan kebahagiaan hidup seseorang itu tergantung pada hati dan kwalitas syukurnya kepada Allah swt.

Semaraknya korupsi di negeri kita ini merupakan bukti nyata bahwa begitu banyak hamba Allah yang tidak bersyukur akan nikmat yang diterima-Nya dan banyaknya kasus perselingkuhan merupakan bukti dari hamba yang  tidak puas atas pendamping hidup yang telah menjadi pilihannya serta banyaknya kasus narkoba yang dapat merusak dirinya sebagai wujud banyak orang yang mendlalimi rinya.

Marilah Puasa Ramadlan  yang barusan kita laksanakan selama sebulan dapat kita jadikan sebagai alat untuk membakar penyakit yang terdapat dalam hati kita. Diantara penyakit hati yang dapat merusak iman adalah penyakit: iri, dengki, hasud riya’ dan sombong.

 

 

Allah berfirman, artinya, “Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS.Yunus: 57).

Dia juga berfirman, artinya, “Dan Kami turunkan dari al-Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan al-Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.” (QS. al-Isra: 82)

Allahu Akbar – Alahu Akbar Lailahailallah huwallahu akbar Allahu Akbar Walillahilhamd.

Jama’ah Shalat ‘Idul Fitri yang selalu dalam lindungan Allah swt.

 

Pada kesempatan kali ini saya akan mencoba untuk berbagi pendapat mengenai Penyakit Hati di dalam Agama Islam, pada dasarnya hati itu adalah bagian yang paling sensitive di dalam diri manusia ini, Banyak orang yang mati Karena hati, contohnya bunuh diri, dan lain sebagainya. Bunuh diri di sebabkan karena hatinya merasa kosong, karena tidak dekat dengan Allah SWT yang menciptakan Alam semesta ini, yang mengakibatkan mereka mengakhiri hidupnya yang tentu saja perbuatan itu di laknat Allah SWT.

Pengobatan Penyakit Hati di dalam Islam Memiliki 2 Cara penyembuhan.

  1. Mendekatkan Diri Kepada Allah SWT dan Mengingat Allah

Mengingat Allah merupakan Hal yang wajib di lakukan setiap orang di seluruh dunia, Karena Allah lah yang menghidupkan dan         mematikan manusia, Allah telah menciptaakan manusia dan Bumi ini dengan proses atau tahapan yang sangat panjang, apakah pantas    jika kita tidak mengingatnya, dan Mensyukuri Nikmatnya ?? Di dalam Al-Quran di jelaskan :

“ (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram “(QS 13:28)

2. Membaca Ayat Suci Al-Qur’an

AL-Quranul Karim atau Al-Qur’an merupakan wahyu Allah yang di sampaikan melalui Malaikat Jibril, dan di sampaikan Kepada Nabi Muhammad SAW, Al-Quran merupakan Bacaan yang sangat Mulia, Tidak ada Satupun Buku atau Kitab Lain yang dapat Menyaingi Kata Kata Al-Qur’an, Al’Qur’an dapat membuat hati kita tentram bagi pendengar maupun yang membacanya, QS 10:57

Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.

Di ayat ini di jelaskan lagi bahwa Al-Qur’an merupakan Penyembuh dari Penyakit Penyakit yang ada di dalam dada, Artinya Al-Qur’an merupakan Penyembuh Penyakit Hati, Dengan membacanya, dan mengambil pelajaran Dari apa yang telah Allah sampaikan di dalamnya

Allahu Akbar – Alahu Akbar Lailahailallah huwallahu akbar Allahu Akbar Walillahilhamd.

Jama’ah Shalat ‘Idul Fitri yang mulia semoga dimuliakan Allah swt.

Sebagai akhir dari khutbah Idul Fitri ini, kami akan menyampaikan kembali sebuah cerita yang insyaallah kita bisa dapat ambil hikmahnya.:

Pada waktu sahur, seorang Abid (orang yang sedang beribadah) membaca surat ‘Thaa Haa’ di kamarnya yang berdekatan dengan jalan raya. Selesai membaca, dia merasa sangat mengantuk. Lalu ia putuskan untuk tidur.

Dalam tidurnya, dia bermimpi melihat seorang laki-laki turun dari langit dan menbawa Alquran. Lelaki itu datang menemuinya dan segera membuka kitab suci itu di depannya. Dijelaskannya surat ‘Thaa Haa’, dan diperlihatkannya halaman demi halaman agar terlihat jelas oleh Abid.

Abid melihat setiap kalimat surat itu dicatat sepuluh amal kebajikan sebagai pahala bacaannya, kecuali satu kalimat saja yang catatannya dihapus. Lalu Abid bertanya, “Demi Allah, sesungguhnya aku telah membaca seluruh surat ini tanpa meninggalkan satu kalimat pun. Tetapi mengapa catatan pahala untuk kalimat ini dihapus?”

“Benar seperti katamu, engkau memang tidak meninggalkan satu kalimat pun dalam bacaanmu tadi, dan untuk kalimat itu sudah dicatatkan pahalanya, tetapi tiba-tiba kami mendengar perintah dari arah Arasy, ‘Hapuskan catatan itu dan gugurkan pahala untuk kalimat itu!’ karena itulah kami segera menghapusnya,” jawab lelaki itu

Dalam mimpinya Abid menangis dan berkata, “Kenapa tindakan itu dilakukan?”

“Semua ini karena engkau sendiri, ketika membaca surat Thaa Haa tadi, seorang hamba Allah melewati jalan dekat rumahmu, engkau sadar akan hal itu, lalu engkau meninggikan suara bacaanmu agar terdengar oleh hamba Allah tersebut. Kalimat yang tiada catatan pahala itulah yang telah engkau baca dengan suara tinggi.” jelas si lelaki.

Si ABid terjaga dalam tidurnya, “Astagfirullahal’adzim! sungguh licin virus riya menyusup ke dalam hatiku, dan sungguh besar bahayanya. Dalam sekejap mata, ibadahku dimusnahkan,” tuturnya.

Allahu Akbar – Alahu Akbar Lailahailallah huwallahu akbar Allahu Akbar Walillahilhamd.

Jama’ah Shalat ‘Idul Fitri yang dirahmati Allah Subhanahu wa Ta’ala

Demikianlah khutbah ‘Idul Fitri yang kami sampaikan semoga amal ibadah kita selama bulan Ramadhan dan di bulan lainnya diterima Allah Subhanawu wa Ta’ala.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh



Artikel Menarik lainnya



SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI MOHON MAAF LAHIR BATIN
kami keluarga besar Muhammad Arifin, M.Ag mengucapkan selamat Hari Raya...
BNNP JATIM MEMBERI ADVOKASI DI PEMKAP SUMENEP
Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Timur memberikan advokasi kepada...
Dakwah Multimedia
Dakwah artinya: Penyiaran, propaganda, seruan untuk mempelajari dan mengamalkan...
Penghargaan
Kopr Marinir telah memberikan penghargaan kepada satgas Badan Narkotika...

Leave a Reply

*